CONDOR TRILOGY bag 1: Legend Of The Condor Heroes (She Diao Ying Xiong Zhuan)

Sabtu, 28 Januari 2012

Legend of The Condor Heroes yang terkenal dengan Pendekar Pemanah Rajawali merupakan bagian pertama dari Trilogi Rajawali yang menceritakan petualangan Guo Jin(Kwe Ceng) -Yang Kang (Yo Kang) bersama pasangan mereka masing-masing. Mengambil setting pada masa Dinasty Song, saat awal-awal invasi penyerangan pasukan Jin (Chin) ke China. Cerita bermula dari dua orang sahabat kental yang kemudian saling mengangkat saudara-Yang Tiexin (Yo Tiansin) dan  Guo Xiaotian (Kwe Xiaotian), dimana keduanya sangat membenci penyerangan pasukan Jin ke daratan China. Persaudaraan mereka sangat erat sampai pada akhirnya mereka berdua memutuskan menjadikan anak mereka masing-masing yang masih belum lahir dan masih dalam kandungan istri masing-masing, untuk kelak menjadi saudara seperti mereka bila berjenis kelamin sama dan akan menjodohkan mereka bila berjenis kelamin berbeda.Sampai kemudian terjadilah malapetaka itu.

Wangyan Hunglieh, Pangeran ke-6 dari Kerajaan Jin secara tidak sengaja bertemu dengan Bao Xiruo, istri dari Yang Tiexin, saat terluka parah dalam pengejaran Pendeta Qiu Qu Chi (Ku Ci Ki). Bao Xiruo yg welas asih tidak tega dan akhirnya menolong sang pangeran. Namun justru itulah awal dari malapetaka itu. Sang Pangeran langsung suka pada pandangan pertama. Maka dilancarkanlah sebuah siasat keji untuk membunuh Yang Tiexin & Guo Xiaotien. Cerita kemudian bergulir kepada dua anak-anak mereka setelah Guo Xiaotien tewas dan Yang tiexin menghilang jatuh ke dalam jurang. Putra dari Guo Xiaotien, Guo Jing (Kwe Ceng), tumbuh dan besar bersama ibundanya di Padang Mongolia di bawah perlindungan Genghis Khan. Sedangkan Yang Kang (Yo Kang), putra dari Yang Tiexin tumbuh & besar bersama ibundanya, justru dalam Kerajaan Jin yang serba mewah & menjadi putra dari Pangeran Wangyan Hunglieh.

Guo Jing tumbuh menjadi seorang pemuda yang tangguh dengan budi pekerti yang baik namun agak lambat dalam mempelajari sesuatu. Satu hal yang menjadi bakat alamiahnya adalah kemampuan memanahnya yang sangat hebat yang ia pelajari dari Guru Jebe.Guo Jing mempelajari ilmu silat pertama kali lewat 7 manusia aneh dari kanglam (Ciangnan). Di lain pihak, Yang Kang tumbuh menjadi anak yang cerdas namun kurang baik dalam budi pekerti. Yang Kang mempelajari ilmu silat pertama kali dari Qiu Qu Chi, namun diam-diam Yang Kang juga mempelajari ilmu keji dari Mei Caofeng, jurus Cakar Tulang Putih Jiu Ying.

Cerita bergulir dengan petualangan Guo Jing ke China daratan untuk menuntaskan perjanjian guru nya dengan guru Yang Kang. Di sinilah Guo Jing bertemu dengan pujaan hatinya yang kelak menjadi istrinya,Huang Rong (Au Yeung/Ou Yong). Petualangan Guo Jing dan Huang Rong di dunia persilatan inilah yang membawa mereka bertemu dengan para tetua dunia persilatan macam Pengemis Utara (Bei gai),Hong Qigong (An Cit Kong) yang menjadi guru mereka; Sesat Timur (Dong Xie)-Huang Yaoshe (Au Yak she) yang merupakan ayah dari Huang Rong; Racun Barat (Xi Du)-Aoyang Feng (Aoyang Hong) yang merupakan musuh bebuyutan Hong Qigong; Kaisar Selatan (Nan Di)-Duan Xizing dan Bocah Tua Nakal (Lao Wan Thong), Zhao Botong (Ciu Petong) yang menjadi saudara angkat dari Guo Jing. Perjumpaan dengan mereka-mereka inilah yang menghiasi sebagian besar cerita LOCH ini. Yang Kang menemukan pujaan hatinya pada gadis manis Mu Nianchi (Bok Liamcu) lewat sebuat adu silat 'mencari jodoh'.Yang Kang yang akhirnya mengetahui jati dirinya, akhirnya justru mengingkarinya dan lebih memilih berada pada pihak Kerajaan Jin yang menjadi musuh negerinya sendiri, Song. Ketika pada akhirnya Kerajaan Jin hancur di tangan Bangsa Mongolia dengan Guo Jing sebagai salah satu panglimanya, Genghis Khan justru kemudian mengincar Kerajaan Song sebagai target pemusnahan berikutnya. Guo Jing yang merasa adalah rakyat bangsa Song, akhirnya membelot dari Genghis Khan dan berjuang untuk mempertahankan tanah airnya dari serbuan Bangsa Mongolia. Hal inilah yang membedakan antara Guo Jing & Yang Kang. Guo Jing tetap bisa memilih mana yang benar dan mana yang harus dibela mati-matian kalau perlu sampai dengan darah tertumpah, namun tidak mengkhianati bangsanya sendiri, sedangkan Yang kang justru lebih memilih mengkhianati bangsanya sendiri demi sebuah kemewahan belaka. Yang kang akhirnya menemui ajalnya dengan meninggalkan seorang putra buah kasihnya dengan Mu Nianchi. Putra Yang Kang-Yang Guo (Yoko) inilah yang menjadi jagoan utama dari Trilogi Rajawali kedua 'Return of the Condor Heroes'.

Sekembalinya dari Mongolia, Guo Jing pergi ke Gunung Hua san untuk mengikuti turnamen pedang. Ia bertarung dengan mertua dan juga gurunya. Pertarungan mereka sangat lam dan tidak ada yang kalah atau pun menang. Akhirnya Guo jing menjadi salah satu dari 5 pendekar besar. Setelah pertarungan tersebut, ia melangsungkan pernikahan dengan Huang Rong.
Beberapa Adaptasi dari Legend of the Condor Heroes:
1.      Komik.
Pada tahun 1998, Hongkong's Ming Ho mengeluarkan komik LOCH sebanyak 38 buku dengan ilustrasi gambar oleh Li Zhiping.Komik LOCH ini juga diterbitkan di Indonesia oleh MNC Comics pada tahun 2000.
 
2.      Video Games.
Cerita LOCH ini juga pernah ditampilkan untuk video games komputer dan Playstation oleh SCEI dengan nama Shachou Eiyuuden:The Eagle Shooting Heroes.
3.      Films.
a.    Story of the Vulture Conqueror, tahun 1958 oleh Omei Film Studios-Hong Kong; dengan Cho Tat Wah sebagai Guo Jing & Yung Siu Yee sebagai Huang Rong.
b.    The Brave Archer 1977-Shaw Brothers Studio (Hong Kong); dengan pemain Alexander Fu  (GuoJing), Tanny Tien (Huang Rong), Lee I-min (Yang kang), Kara Hui (Mu Nian Chi).
 
c.    The Brave Archer 2 1978- Shaw Brother Studios HK, dengan para pemain Alexander Fu (Guo Jing), Niu Niu (Huang Rong), Lee I-min (yang Kang), Kara Hui (Mu Nian Chi)
 
d.    The Brave Archer 3 1981-Shaw Brothers Studios (Hong Kong); dengan pemain Alexander Fu (Guo Jing), Niu Niu (Huang Rong), Yu Tai Ding (Yang Kang).
 
e.    The Eagle Shooting Heroes 1993, sebuah parodi LOCH, dengan pemain Jacky Cheung (Hong Qigong), Leslie Cheung (Huang Yaoshe), Tony Leung ka Fai (Duan Xizing), Tony Leung Ciu Wai (Ouyang Feng), Carina Lau (Zhou Botong), Kenny Bee (Wang Cun Yang), Brigitte Lin (3rd Princess), Maggie Cheung (Imperial master).
f.     Ashes of Time 1994-sebuah adaptasi bebas dari sutradara Wong Kar wai, dengan para pemain: Leslie Cheung (Ouyang Feng), Brigitte Lin (Murong Clan daughter's), Tony Leung kafai (Huang yaoshe), Tony Leung Chiu wai (Blind Swordsman), Jacky Cheung (Hong Qigong), Carina Lau (Blind Swordsman wife).
4.      TV Series.
a.       Legend of the Condor Heroes 1976-CTV HK, dengan pemain Jason Pai (Guo Jing), Michelle Yim (Huang Rong), Bruce Leung (Yang kang), Mang Chau (Mu Nian Chi).
Huang Rong dan Guo Jing

               Michelle Yim sebagai Huang Rong 1976


b.      Legend of the Condor Heroes 1983-TVB HK, dengan para pemain: Felix Wong (Guo Jing), Barbara Yung (Huang Rong), Miu Kiu Wai (Yang kang), Sharon Yeung (Mu Nian Chi).
 
 Huang Rong dan Guo Jin
     Huang Rong dan Guo Jin

 
Guo Jing, Huang Rong, Bok Liamcu, Yang kang
Para Tetua: Auyang Feng, Huang Yaotse, Hong Qigong, Raja Duan Zi
c.       Legend of the Condor Heroes 1988-CTV/ATV (HK, Taiwan), dengan para pemain: Howie Wong (Guo Jing), Idy Chan (Huang Rong), Poon Wang Ban (Yang Kang), Chiu Siu Yi (Mu Nian Chi).
Huang Rong dan Guo Jing


Pemeran Guo Xiao Tian (Howie Wong), A Heng (Idy Chan) & Poon Wang Ban (Yang Kang)
d.      Rage & Passion 1992-TVB HK.Sebuah karya khusus dengan cerita yg berpusat pada kehidupan Wang Chong Yang & Lin Chao Ying, dengan para pemain: Ekin Cheng (Wang Chong Yang), Fiona Leung (Lin Chao Ying).

e.       The Mystery of the Condor Heroes 1993-TVB HK.Sebuah karya yang menceritakan kehidupan awal dari Huang Yaoshe sebelum pertemuan di Puncak hoa shan yg pertama, dengan para pemain: David Chiang (Huang Yaoshe), Fiona Leung (A heng), Julian Cheung (Chen Yuen Feng), Emily Kwan (Mei Caofeng), Lau Kong (Hong Qigong), Wong Wai (Biksu It Teng), Liu Kai Chi (Zhao Botong).
 
f.        The Condor Heroes Return 1994-TVB HK, cerita tentang Duan Zhixing & Hong Qigong, dengan pemain: Ekin Cheng (Duan Zhixing), Marco Ngai (Hong Qigong), Wayne Lai (Zhao Botong).
g.       Legend of the Condor Heroes 1994-TVB HK, dengan para pemain: Julian Cheung (GuoJing), Athena Chu (huang Rong), Gallen Lo (Yang Kang).

 


Huang Rong dan Guo Jing
Mu Nianchi dan yang kang
h.       Legend of the Condor Heroes 2003-Ciwen Picture (Mainland China), para pemain: Li Ya Peng (Guo Jing), Zhou Xun (Huang Rong), Zhou Jie (Yang Kang), Shui Ling (Mu Nian Chi). Yang Kang
 

Guo Jing

Guo Jing dan Huang Rong

Mu Nianchi

Yang Kang
i.        Legend of the Condor Heroes 2008-Chinese Entertainment Shanghai (Mainland China). Para pemain: Hu Ge (Guo Jing), Ariel Lin (Huang Rong), Yuan Hong (Yang Kang), Cecilia Liu (Mu Nian Chi/bok lian chu).


hu Ge sebagai Guo Jing

Ariel Lin sebagai Huang Rong

Guo jing dan Huang Rong

 Yuan Hong sebagai Yang Kang

 
Cecilia Liu sebagai Mu Nian Chi
  
nb: Guo Jing= Kwe Ceng
          Huang Rong/Wong Yung= Au Yeung
          Yang Kang=Yo Kang
          Mu Nian Chi= Bok Liam Chu
          Zhao Botong= Ciu Petong
          Aoyang Feng= Ao Yang hong
          Hong Qigong=An Cit Kong
          Huang Yaose= Au Yok Seu
          Qiu Qu Chi=Ku ci ki
   

The Legend of Nasyid: NADAMURNI

Minggu, 13 November 2011


Nadamurni merupakan cikal bakal nasyid di Indonesia dan Malaysia. Berdiri pada tahun 1980-an, di mana saat itu ramai lagu-lagu beraliran keras seperti rock. Karena kekhawatiran akan menjamurnya lagu-lagu beraliran keras tersebut, maka  sekelompok pemuda yang perduli membentuk kelompok vocal yang membawakan lagu-lagu bernafaskan islami.
Pada awal kemunculannya mereka hanya membawakan lagu pada acara- acara pengajian. Dari waktu ke waktu lagu-lagu yang mereka ciptakan sudah banyak dan akhirnya merekam sendiri lagunya di dalam saluran air (dari blog mantan personil nadamurni). Sampai album pertamanya dirilis, mereka sebagian lagunya tidak menggunakan alat music. Personil nada murni beranggotakan orang-orang yang berasal dari jama’ah Al-Arqam, Malaysia. Penjualannya pun hanya di lingkungan Al-Arqam, door to door jama’ah Al-Arqam. Hamper semua jama’ah Al-Arqam memiliki album Nadamurni
Awalnya nadamurni tidak memiliki nama, ketika tampil, mereka menamakan diri Putera-Putera Al-Arqam. Melihat banyaknya peminat nadamurni, maka mereka mulai memikirkan nama yang tepat dan akhirnya diambil nama NADAMURNI. Album pertama yang mereka rilis sudah menggunakan nama Nadamurni dan sudah memakai alat music tradisional kompang dan yang lainnya.  Dalam perkembangan selanjutnya, nadamurni merndapatkan bantuan sehingga mereka memiliki alat music (tradisional) dan studio rekaman sendiri bernama OVA production. Selain nadamurni, OVA production juga menaungi tim nasyid The Zikr (lahir tidak lama setelah  kelahiran nadamurni), Nadamurni 2(anak-anak), Shotussofwa, Nada Athirah, Qotrunnada(muslimah) Suara Smakl, Nada Athirah, Muslimah, Hawari, Abrar, Syifaussudur, Nada Shahdu, dll.
Jumlah personil Nadamurni bisa dikatakan paling gemuk diantara tim nasyid yang lain, yaitu mencapai 30 orang lebih. Meskipun mencapai 30 orang lebih, namun vocalis terpusat pada satu orang, yaitu Muhammad Asri Ibrahim yang juga merupakan vokalis Rabbani setelah Nadamurni bubar. Setelah Munif Ahmad (setelah Nadamurni bubar mendirikan Hijjaz) masuk, vocal utamanya menjadi 2 orang, yaitu Asri Ibrahim sebagai vocal 1 dan Munif Ahmad vocal 2.
Dari waktu ke waktu, Nadamurni berhasil mengembangkan sayapnya ke luar negeri, seperti: London, Turki, Uzbekistan, Thailand, Indonesia,dll. Sampai tahun 1994, mereka sudah menghasilkan 14 album. Ketika dalam masa kejayaannya, pada tahun 1994 terjadi suatu hal yang di luar dugaan. Yaysan Al-Arqam pimpinan Imam Ashaari Muhammad At-Tamimi dilarang oleh pemerintah Malaysia, karena ajarannya yang melenceng. Akhirnya Nadamurni pun membubarkan diri dan personil-personilnya keluar dari Al-Arqam. Selain Nadamurni, Tim Nasyid di bawah OVA production pun membubarkan diri.
Geliat nasyid yang semakin sepi setelah bubarnya Nadamurni dan OVA production, pada tahun 1996 Nazrey Johany dan Zairy Ahmad (mantan The Zikr) mengumpulkan mantan anggota the zikr, kemudian mendirikan Raihan. Setahun kemudian muncul tim nasyid baru yang merupakan mantan artis-artis di bawah naungan OVA production, yaitu:
-Rabbani-Nadamurni
-Hijjaz-Nadamurni dan The Zikr
-Raihan-The Zikr
-Now See Heart-Suara Smakl
-Jauhari-Nada Athirah
-Ust Amaluddin bergerak secara solo
-Mawaddah-Muslimah
-Dll

Nadamurni beranggotakan:
1.      Mohamad Asri bin Ibrahim
2.      Ismen Nadim bin Isam
3.      Rahmat Shafie
4.      Asri Ubaidillah
5.      Mohd Faizal bin Osman
6.      Yusof sabri
7.      Amin
8.      Rosman
9.      Hamzah
10.  Hashim Ngadiman
11.  Muhammad Ariffin b. Ahmad Rahim
12.  Munif Ahmad, dll

Album-album yang telah dihasilkan Nadamurni:
  1. Kelahiran
  2. Soul of Islam
  3. Balada Makkatul Mukarramah
  4. Cahaya Di Ufuk Timur
  5. Malaysia Indah
  6. Untukmu Rasulullah
  7. Munajat
  8. Yang Dirindu
  9. Asmaul Husna
  10. Melodi Sufi
  11. Neraca Taqwa
  12. Potret Aidilfitri
  13. Untukmu Rasulullah II (1996)

Hati Ini Hanya Untukmu (bagian 1 edisi KOPDAR Part 2)

Sabtu, 15 Oktober 2011

.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Duh duh duh,,, apa yang mau saya tulis ya???
Kopdar,,, Alhamdulillah yach sesuatu bangedh bisa menghadirinya,,, ckck  :p
Hm,,, kopdar Mau ngapain saya ke sana? Adakah saya punya uang untuk menghadirinya? Adakah saya punya waktu? Ketika ide kopdar 2 ini dicetuskan saya sudah pesimis untuk bisa datang,,, namun saya tetap berharap ada suatu keajaiban. Beberapa hari setelah lebaran, seorang provokator tanggal cantik (091011) telp saya,,,kita ngorol-ngobrol dan akhirnya bahas tanggal cantik:”.......bal-bal gimana klo silaturahimnya tanggal 9 saja? Klo habis lebaran kan masih pada sibuk................. bla bla bla........... bala bala bisa ikut ga?” dalam hati Cuma bisa jawab “hm,,, bisa ga ya?”,,, saya jawab: “ya saya lihat sikon,, klo memungkinkan saya ikut,,, semoga”.

Dan akhirnya tanggal cantik tersebut ternyata diumumkan,, pengumuman pengumuman tanggal 091011 alias sembilan oktober tahun 2011, pada datang ya ke ragunan :D,,,

 1minggu menjelang pelaksanaan,,, sms berdatangan,,, inti  smsnya sama :”kang,,, nanti  ikut kopdar ga?” dan karena masih ragu, namun keinginan sudah sangat kuat akhirnya saya menjawab:”lihat saja nanti H-1 sore, Kang/Teh”. Akhirnya sang provokator nomor cantik ikut-ikutan menanyakan lewat tel: “bal bal,,,, bala bala bisa ikut kopdar ga?”,,, dan jawabannya tetap sama tunggu H-1. H-3 akhirnya saya ikut-ikutan nanyain ke Rmers mau pada ikut kodar apa nggak, ada yang bilang nggak, ada yang bilang ikut ada yang bilang lihat sikon.

Akhirnya H-1 pun datang dan saya masih belum memutuskan untuk bisa datang atau tidak. Tapi untuk berjaga-jaga saya minta tolong keponakan untuk survey ongkos serta waktu keberangkatan bis jurusan Bogor atau Jakarta ke terminal. Sungguh mengejutkan ternyata ia bisa melakukannya setelah magrib karena ada acara. Padahal, setahu saya keberangkaan bis terakhir setelah magrib. hm,,, pesimis semakin menjadi,,, aw aw aw,, galaunya hati ini,,,tapi akhirnya diputuskan saya ikut survey bareng keponakan setelah magrib. Klo pun ga bisa ke ragunan masih bisa ketemu Rmer tegal,,, karena kebetulan pada hari yang sama slah seorang Rmer menikah, nama dunia mayanya Rinai Hujan,,, nama aslinya,,,emm,,, tanya sama orangnya saja ya :D . alamat kedua tempat acara sudah saya kantongi,, tinggal sikat mau yang mana,,.

Sehabis melaksanakan shalat magrib,,, langsung ganti baju, ambil tas tanpa memeriksa isi tas dan kebetulan di dalam tas ada sepasang pakaian dan juga charger,,, waahhhhh beruntungnya :D  . akhirnya saya pamit ke teman2 kos: “saya pergi dulu yah,, mau malam mingguan, mungkin menginap mungkin tidak” (hehe padahal belum diputuskan mau berangkat). Beberapa lama kemudian sampailah saya di terminal. Hmm,,, bingung euy banyak bis yang menuju Bogor/Jakarta. Akhirnya saya pilih Sinar Jaya dan menanyakan ongkos serta waktu keberangkatan ke Bogor kepada penjaga loket.

Saya lihat daftar tarif, Tidak disangka ternyata ongkosnya hanya Rp 50.000,tapi anehnya ke jakarta lebih murah,,, weeeeeewwwwwwwwwwwwww kirain lebih mahal :D ,, AC lagi,,, pas saya tanya keberangkatan ke bogor jam berapa, penjaga loket bingung. Alasan kebingungan mereka Belum sempat terjawab, eh petugas lain langsung menyuruh saya mengikutinya menuju bis. o0Oh,, ternyata bisnya sudah mau berangkat dan pemberangkatan itu yang terakhir. Waduh bingung, berangkat ga ya?,,, akhirnya tanpa melihat isi dompet saya naik,, hehe nekad nekat,, niat Cuma survey malah langsung berangkat. Setelah di cek ternyata isi dompet cukup untuk bolak balik jakarta PWT,, namun karena ada acara makan malam (kirain makan gratis) eh ternyata disuruh bayar,,, lumayan juga tuh 1porsi makan 25ribu,,, padahal klo di pwt makan segitu Cuma 6 ribu :p , akhirnya pulangnya pinjam uang ke kang opik,, karena belum menemukan ATM,,hehe.

Kenapa saya naik jurusan bogor? Tidak langsung ke jakarta, padahal jakarta lbih dekat daripada Bogor. Hanya ada 2 alasan,pertama ada beberapa teman yang ingin saya temui di Bogor, selain RMers, kedua saya kira lokasinya Bogor dulu baru Jakarta (pantesan ke Jakarta lebih murah :p),, hehe. Di bis AC jurusan mana pun ternyata sama saja, disuguhi video klip ayu ting-ting dan kawan-kawan,,,heuheu. Karena males dengernya,saya sms beberapa orang menginformasikan kalau saya sedang dalam perjalanan menuju lokasi kopdar,, namun mampir dulu ke Bogor,, smsnya singkat padat dan menimbulkan pertanyaan: “sambut saya :D” . hehe lucunya karena saya mampir ke Bogor ada yang mngira saya sudah janjian sama teh Bonit untuk berangkat bareng dan bliau kegirangan karena teh bonit ada yang mengawal. Dalam hati saya bertanya-tanya ni orang kenapa ya? Salah kirim apa salah faham? Tiba-tiba naluri keisengan saya muncul:”hmm,,,kerjain aja deh,, hehe” (‘afwan bagi yang merasa).

Hoaaaaam,, ngantuk nyo, tidur aahhh daripada dengerin ayu ting-ting dan kawan-kawan,, selama perjalanan tertidur pulas. Gimana ga tidurnya pulas orang siangnya padat dengan aktifitas. Tiba-tiba pukul 03.30 WIB saya terbangun karena teriakan kondektur:”kampung rambutan,,, rambutan rambutan”. Wah ternyata sudah di Jakarta,, mimpi rasanya ke Jakarta sendirian, biasanya rombongan :D . berhubung saat itu saya tahunya Bogor dulu baru Jakarta, saya jadi gusar karena saya kira Bogor sudah terlewat.  Saya tanyakan pada penumpang yang duduk di depan, akhirnya lega juga, ternyata Bogor masih satu jam lagi. Selang satu jam, akhirnya tibalah di terminal Baranangsiang dan langsung menuju Mesjid Raya bogor, eyang ine bilang “MesRa”.

Selesai shalat Subuh saya hubungi teman yang mau ditemui,, rencana mau ke tempat tinggalnya, tapi ia bilang akan menemui saya di MesRa, ya sudah di tunggu saja. Menunggu sejam bagaikan setahun, tuh orang ke mana tak kunjung datang? Karena ga sabar saya tanya ke MesRa jam berapa, dan jawabannya jam 7. Difikir-fikir lagi jam 7 berangkatnya apa nyampenya ya? Saya tanyakan kembali ternyata berangkat dari tempat tinggalnya jam 7. Waduh tuh orang saya ke tempat tinggalnya g boleh malah mau menemui tapi jam 7. Saya suruh lebih pagi lagi akhirnya mau (tukang maksa,,, hehe). Acara kopdar katanya dimulai jam 9, saya agak gusar takut telat, akhirnya tanya teh Bonit berapa jam waktu tempuh Bogor Jakarta, turun di mana? Oh ternyata 1 sampai 2 jam,,, bisa lebih tenang. Daripada melamun nungguin orang, makan dulu deh berhubung sudah sangat lapar.

Sedang asyik makan tiba-tiba HP bernyanyi:”oh Muslimah Allah cinta kepadamu, rasulullah kasihkan padamu,,, oh Muslimah berbahagialah kau telah dilahirkannya dengan mulia”, hehe nada deringnya pake nasyid Muslimah yang dibawakan Nazrey Johany, mantan personil Raihan. Saya lihat, oh ternyata ada telepon dari teh Bonit: “Assalaamu’alaikum,,, bala bala lagi di mana?”...... dan teh Bonit pun kaget sekaligus senang karena saya ada di MesRa. Dikiranya saya lagi di Jakarta. Senang karena ada yang jagain Albi di jalan :p . akhirnya kita janjian berangkat bareng, ketemu di ciputat/cibinong (klo ga salah),,,

Waduh baru nyadar ternyata sudah 3 halaman word documen,,,
Bersambung dulu,,,,,,,,,,,,,,,,, 

Perduli Atau Polos?

Sabtu, 13 Agustus 2011


Sore yang cerah, menjelang buka puasa,,,
Terliihat seorang pemuda sedang sibuk dengan pekerjaannya. Pekerjaan yang tidak pernah ia sangka sebelumnya. Pekerjaan di luar keahliannya.

Allaahu akbar allaahu akbar,,,,

Waktu shalat ashar telah masuk,,,, ia pun segera bergegas ambil air wudhu kemudian berangkat ke masjid untuk menunaikan kewajibannya,,,

Hampir setiap hari ia shalat di masjid ini, masjid yang dikenal sebagai masjid kampus. Berbeda dengan masjid kampus lain di Indonesia, masjid ini berukuran lebih kecil dari yang lain.

Jama’ah masjid kebanyakan mahasiswa dan dosen, namun ada juga dari masyarakat umum yang ikut berjama’ah di situ. Selain jama’ah solat, di luar Masjid ada juga, maaf, pengemis yang telah siap untuk mendapatkan belas kasihan dari jama’ah Masjid. Tidak tanggung-tanggung mereka mengajak anak-anaknya yang seharusnya mendapatkan pendidikan.

Sungguh ironis memang, di tengah gembar gembor pemerintah mengenai peningkatan laju ekonomi, masih banyak masyarakat yang kekurangan. Yah bisa dikatakan yang yang kaya makin kaya. Yang miskin lebih miskin. Ah! sudah lah, tak usah menyalahkan mereka, kita  juga harus introspeksi diri.

Selesai shalat ia melaksanakan kegiatan rutinnya, yaitu tilawah alias baca Al-Qur’an.  Ia biasa tilawah dengan suara yang agak keras, namun saat itu masih banyak jama’ah shalat ashar yang telat. Bacaan yang biasa dikeraskan, ia pelankan karena takut mengganggu jam’ah.

Namun tiba tiba ia merasakan satu sosok orang yang mendekatinya. Meskipun ia merasa ada yang mendekat, tilawahnya masih berlanjut. Bergeming dalam hatinya:

 “ah paling ada yang mau mengingatkan supaya baca Al-Qur’annya dipelankan”

“Maaf Mas, tahu jalan menuju ke karang moncol?” sapa sosok orang tersebut yang ternyata seorang laki-laki separuh baya.

Ia memakai kemeja biru, celana merah, wajahnya pucat mungkin karena kecapaian, serta kelihatan bingung.
Meskipun pada awalnya pemuda itu mengetahui bahwa ada orang yang akan mendekatinya, namun mau tidak mau ia kaget juga. Dengan agak gugup, itu menjawab sambil menutup Al-Qur’an yang ia pegang:

“oh ia pak, maaf ada apa?”

“begini mas, bapa mau pulang ke Karang Moncol, tapi ga tahu jalan,,” tegas bapak tersebut

Pemuda itu nampak makin bingung. Bingung karena ada sesuatu yang aneh dari pertanyaan bapak tersebut.  Aneh ko bisa bapak itu bisa sampai ke tempatnya, namun jalan pulangnya tidak tahu,,,

“emm,,, bapak pake motor?  Klo pake motor dari pertigaan lampu merah ini (sambil menunjuk ke arah pertigaan yang ada lampu merah) belok kanan lurus terus,ketemu pertigaan lurus terus. Dari situ lurus aja nanti ketemu jalan bagus belok kanan” jawab pemuda itu

“nggak mas, saya pulang jalan kaki,,,,” jawab bapak dengan penuh kelesuan

“hah!!! Jalan kaki!!?? ” pemuda terkaget.  Sebelum pemuda tersebut melanjutkan perkataannya, bapak tersebut memotong:

“ia, saya tidak punya uang dan sedang mencari pekerjaan. Di tempat saya sedang sepi jadi pergi ke sini karena dulu pernah kerja di sini. Ke sini pun jalan kaki. Saya sudah tidak kuat ingin pulang, tadi malam pun menginap di kelurahan rempoah, alhamdulillah dapat makn untuk sahur”.

Kaget dan juga iba mendengarnya: “masya allah,,, bapak tidak membawa jaket? Keluarganya masih ada?”
Secara rempoah merupakan daerah dataran tinggi. Tahu sendiri lah dataran tinggi cuacanya, beuuuh,,, dinginnya minta ampyuuuuuuuuun.        

Mereka ngobrol lama, si pemuda menanyakan tentang bapak tersebut. Dengan penuh kejujuran ia menceritakan semuanya. Bapak tersebut ternyata seorang pekerja bangunan (ups salah, maksudnya keahliannya, karena belum punya pekerjaan). Dia nyari kerja di tempat tinggalnya belum dapat juga, dan akhirnya memutuskan mencari ke purwokerto, tempat dulu dia pernah bekerja. Namun usaha telah maksimal, tapi hasilnya nihil. Sedangkan keluarga sedang menunggu di rumah.

Pemuda ingin menolong namun tidak punya motor. Uang pun tidak cukup untuk ongkos ke terminal. Ia terus berfikir apa yang harus dilakukannya. Beberapa lama kemudian ia pamitan sama bapak tersebut:

“maaf pak, bapak tunggu dulu di sini, nanti saya kembali lagi”

“ia mas” jawabnya dengan penuh kekecewaan namun masih berharap pemuda itu kembali.

Pemuda keluar Masjid, yang ada di fikirannya Cuma satu, ta’mir Masjid. Ia pergi menuju ruang ta’mir, namun tiba-tiba ia berbalik arah,, entah apa yang ada dalam fikirannya. Ada yang tertinggal kah atau ada urusan lain?

“hm,,, klo ku ke ta’mir yang ada su’uzhon yang mereka tularkan kepadaku ” gumamnya dalam hati.
Ternyata ia memiliki pengalaman buruk dengan pengurus ta’mir. Dulu pernah ada yang minta bantuan juga, namun jawaban mereka:

 “ah paling itu penipu, sebaiknya kamu hati-hati”.

Sudah beberapa kali jawaban itu ia dengar dari mereka, maka dari itu ia berbalik arah. Ia baru teringat dengan tabungannya. Maka diputuskan untuk mengambil uang dari ATM.  Ia segera bergegas ke ATM BNI yang berada tidak jauh dari Masjid, tepat di samping masjid. Tidak disangka, meskipun sudah pertengahan bulan, ternyata antriannya begitu panjang. Ia putuskan keluar dari antrian dan kembali ke tempat kerjanya untuk meminjam motor.

Namun ketika mau berangkat ada konsumen yang mau membeli barang, sedangkan partner kerjanya berada di belakang:

“hah!!! Lagi buru buru ada aja gangguannya” gerutunya.

Untungnya konsumen tidak terlalu lam, akhirnya ia bergegas menuju ATM Mandiri.

Di Masjid, si Bapak termenung penuh dengan harapan untuk bisa pulang kembali ke rumahnya. Dalam benaknya terucap:

“mungkinkah ia mempercayaiku? Akankah ia kembali?”

Ia benar-benar putus asa dengan keadaanya. Kemudain ia pindah ke luar Masjid dan duduk-duduk di halamna Masjid sambil melamun. Ia terus berdo’a mengharapkan pemuda tersebut bisa membantunya.

Sesampainya di ATM pemuda tersebut langsung masuk dalam antrian. Antriannya nggak sepanjang di BNI, ya Cuma 3 orang lah. Tiba gilirannya, tidak membuang waktu ia langsung masuk, keluarkan dompet dan ambil kartu ATM di dalam dompetnya.

“ambil berapa ya?” gumamnya.

Ia ingat yang dikatakan bapak tersebut bahwa ongkos ke rumahnya tidak lebih dari dua puluh ribu. Akhirnya ambil lebih dari dua puluh ribu.

“bismillahirrahmaanirrahiim,, semoga berkah, semoga ini bermanfaat untukmu pak”.

Uang pun keluar dari mesin ATM. Uang pun diambil dan tidak lupa kartu ATM dicabut (heuheu berbeda dengan penulisnya, uang sudah dipegang, kartu ATM dilupakan alias ditinggal di mesin ATM,, hehe :-p ). Ia segera naik motor menuju ke BK (bursa kampus), supermarket terdekat dan langsung membeli air dan makanan untuk berbuka bapak tersebut. Namun ia bingung makanan apa yang cocok. Maklum di supermarket terlalu banyak jenis makanan. Akhirnya ia putuskan Cuma membeli kurma, makanan khas dari padang pasir untuk berbuka puasa.

Ia segera kembali ke tempat kerja mengembalikan motor, kemudian kembali ke Masjid. Dari gerbang halaman Masjid terlihat bapak tersebut sedang melamun, mengharapkan kedatangannya. Sebelum ia menemui bapak tersebut tiba-tiba ada yang memanggil:

“hai,, sob,,, lagi apa kamu di sini?”

“wih ada Pak Ketu, apa kabar akh? Haha nte nambah subur aja nih,, nambah item pekat juga” jwabnya

Ternyata dia adalah ketua salah satu organisasi Mahasiswa di luar kampus yang berhaluan keislaman. Bahasanya emang gaul dan makin hari makin ndut saja dan warna kulitnya semakin hitam

“Alhmdulillah, nte sendiri? Enak aje lu,, pekat pekat gini juga tampan” jawabnya narsis, sambil melihat kresek yang dibawa pemuda tersebut ia melanjutkan: “apaan tuh? Kayanya makanan, nte mau buka sekarang apa?”

“wah ketahuan dahaku mau buka sekarang” jawabnya dengan nada canda. “bukan akh, ini untuk musafir,,, kasihn katanya ia ke sini jalan kaki dari rumahnya” lanjutnya. “btw, mau bantu ga? Ia lagi kebingungan mau pulang tapi ga punya duit”

“sebaiknya bawa ke kantor polisi aja, nanti di kasih surat jalan sama polisinya suruh angkutan umum nganterin dia” jawabnya tidak sesuai dengan yang diharapkan pemuda tersebut.

“ah males, ribet klo urusannya sama polisi, kasihan nanti bisa bisa dijadikan sebagai tersangka” pungkasnya.

“emang sih ane juga dulu pernah ada yang seperti itu, ia sama anaknya jalan kaki dengan jarak 60km. Sebenarnya ane serba salah juga antara perduli dengan polos” jawb pak ketu yang sebelumnya sudah pernah

“hm,,, ni orang ga bisa diharapkan lah” protes pemuda tersebut

“jangan terpengaruh dengan orang lain, dengarkan kata hatimu”

“nyante aja klo pun dia bohong uang ini masih belum seberapa jika dibandingkan dengan uang 5juta yang raib dari tanganku” lanjut pemuda itu lagi: “yawdah akh, ane temui bapa itu dulu, kasihan sedang menantikan kedatangan si tampan ini”

Mereka berpamitan, pak ketu juga mau pergi, pemuda segera menemui bapak yang telah menungunya dari tadi. Si pemuda bingung mau mulai dengan apa untuk ngasih uang sama makanannya. Akhirnya ia basa basi dengan menanyakan apa yang sebelumnya telah ditanyakan. Jawaban bapak masih tetap sama tiada perubahan.

Akhirnya pemuda memberikan hartanya ((uang dan makanan untuk berbuka) kepada bapak tersebut. Si bapak berterima kasih dan memberi tahu namanya serta alamat lengkapnya. Pemuda hanya menarik nafas panjang melihat kondisi bapak tersebut. Ia pun merasa lega bisa membantunya.

“Alhamdulillah harta ini tidak keluar dengan sia-sia,,”